Jumat, 20 Mei 2016



DEMOGRAPHIC AND SPATIAL PATTERNS OF INDONESIAN’S RECENT URBANITATION
            Demographics is a description of the population, particularly on births, marriages, deaths and migration. Demographics covering scientific study of the number, geographical distribution, composition of the population, and how these factors change from time to time. Some demographers particularly interested in statistical fertility (birth), morality (deaths) and migration (migration) because these three variables are components that influence population changes. These three components are measured by the level of births, deaths and migration extent which determine the number of inhabitants, age composition and the rate of increase or decrease in the population. If someone demographers studying a country.

               Demographics very closely linked to urbanization . when population growth occurs then urbanization is inevitable. Urbanization is the movement of people and the rural to urban areas or from small town to big city . The person conducting the so-called urban urbanization . The emergence of movements of people and villages to cities is caused by two factors, namely the driving of the village and the pull factor of city. The purpose of this article is to show about the history of urbanitzation to public, how the effect for Indonesian. Urban settlements tend to grow steadily both in breadth , nor Mr numbers, along with this must be that the proportion of the world's population we are tinggak in small towns and big cities increased . The proportion of the increase is also called urbanization ( 1998, in Daldjoeni ,1998)
 
 
               The pattern of urbanization in Indonesia, especially in developing countries occur in per capita income. Direction of urban change is more influenced by the global economy. Urbanisation in developing countries has been linked to globalization in terms of the expansion process and global markets. In developing research in recent years, countries have been associated with the terms of the silent expansion of the global market for commodities and services. Population density in urban growth in Asia has resulted in longer and result in people's lifestyles are increasingly targeted. Advances in information and communication technology has facilitated the flow of capital, people and information from foreign countries to Southeast Asian countries, and in turn encourage the redistribution of the local population in relation to the economic transformation center.

               According to Ng and Hill (2003) argues that cities can make a city rich economies become large enough for those who manage global capital, but their ability to cope with and promote the sustainable development of the local population). Regardless of the increasing research interest in the effects of globalization on urbanization, empirical studies have focused on developed countries Friedman, 1986, 2001, Sassen, 1991, 1994, 2001, Shacar, 1990, while much less is known about this process in the cities of developing countries Meung 1996 Yeung and Lo, 1996 Word, 1998. Gugler, 2002, Ng and Hil. 2003), scholars argue that while transnational capital has been increasing the spatial concentration of the population in Asia, has resulted in the growth of urban areas than in the deeper social processes associated with urbanization.

               Activities of agriculture and non-agricultural sectors take place in the areas adjacent to usat- urban centers, while the process is very important to maintain. The distribution of the population in Indonesia is very uneven with a ratio of one fifth of the population in the island of Java, which comprises about 7% of the total land area. Industry-sector development, financial sector da services in Jakarta Metropolitan Area in turn has encouraged the development of the property sector, especially housing construction.
 
               Development in the industrial sector , services and trade in big cities such as Medan, Surabaya, Bandung and so on lying is always encouraging developments in the property sector and especially the hearts of Housing Development . Economic activity is increasingly concentrated in big cities, because of the policy launched by the Indonesian government from late 1980s to mid -1990s . The policy is intended to improve the efficiency and performance and to promote the export of non-oil commodities . This is designed to spur national economic growth .
 
               The conclution is the population growth in cities small and medium enterprises has been much faster in other parts of Indonesia than in Java, it indicates that these cities play a more significant as a center for economic activity, especially agriculture and exploitation of natural resources, compared with those of Java, where small towns has fallen to a more dominant role than the largest urban centers. Conclution notes, social and economic development are closely associated with the demographic transition graphics, but this in turn is partly responsible for urbanization and a variety of other social and economic changes. This complex relationship is changing rapidly in Indonesia, with falling fertility rates and expanding urban economy (employing nearly 40s activ population in 2000, compared with just over a quarter of a decade earlier). 
 
 
 

 
               
               
 





Kamis, 14 April 2016

laprak arcgis




LAPORAN PRAKTIKUM VI
PEMBUATAN DATA PETA DENGAN ARCGIS

1.       Pendahuluan
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis. Secara umum pengertian GIS adalah; “Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, meng-integrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.”
Melalui modul ArcCatalog dengan memilih button  (launch ArcMap).
 Ada beberapa bagian dari tampilan
menu window ArcMap yaitu:
Menu Pulldown ,yaitu:

Toolbar Standard, yaitu:

Toolbar Tools ,yaitu:



Layer content
menunjukkan data layer yang digunakan, judul map project yang sedang dikerjakan serta keterangan-keterangan penting tentang layer. 
Perhatikan ada tanda   atau pada tiap awal layer! 
  • Tanda  berarti off atau mematikan layer pada display view (sekaligus layout view)
  •  Sedangkan tanda berarti on feature yang berarti memuncukan layer pada display view (sekaligus layout view).

Perhatikan tanda pada tiap awal layer.
Tanda
berarti off feature yang berarti mematikan layer agar tidak terpilih, sedangkan tanda berarti on feature yang berarti mengijinkan data kita untuk dipilih dan diedit.

View window merupakan tampilan utama peta yang terdapat pada ArcMap.
Perhatikan ada tools
di bawah tampilan windowsnya. 
Tool merupakan tombol Data View, merupakan tampilan apa adanya data tersebut. 
Tool menunjukkan tampilan layout. Ini salah satu kelebihan ArcGIS
               dibandingkan dengan software GIS lainnya bahwa tampilan View dan Layout dapat dilakukan secara                            interaktif dan otomatis 
Tool untuk me-refresh tampilan.
Tool digunakan untuk menghentikan sementara proses penggambaran.

Ikon-ikon Penting Yang Terdapat Dalam ArcMap:
New Map File, membuat tampilan peta baru.
Open, membuka proyek yang sudah dibuat sebelumnya.
 Save, menyimpan proyek yang sedang dikerjakan.
 Print, perintah mencetak peta.

  Cut, untuk memindahkan feature yang sedang diedit dan terpilih.
 Copy, untuk menggandakan feature yang terpilih.
 Paste, untuk mengeksekusi feature yang di cut atau copy.
 B untuk menghapus feature yang sedang diedit dan terpilih.
Undo dan Redo, untuk membatalkan aksi sebelumnya atau mengembalikan lagi   ke aksi terebut.

 Add Data, untuk memanggil layer.
Map Scale, untuk mengatur skala peta.
 Editor Toolbar, untuk menampilkan toolbar editor.
  Zoom in, gunakan dengan cara drag pada posisi yang kita ingin lihat untuk 
                  memperjelas tampilan dalam skala yang lebih besar.
 Zoom out, menggunakan dengan cara yang sama dengan zoom in untuk 
mempelihatkan tampilan peta dalam skala kecil.
 Fix Zoom in, digunakan dengan cara menekan tool maka tampilan pada map akan 
berubah ke skala yang lebih besar.
 Fix Zoom out, digunakan dengan cara menekan tool maka tampilan pada map 
akan berubah ke skala yang lebih kecil.
Pan,untuk menggeser tampilan peta.
Full Extent, untuk menampilkan peta secara keseluruhan.
 Go Back To Previous Extent, perintah undo untuk zooming. Apabila kita ingin 
kembali ke tampilan zooming sebelumnya.
 Go To Next Extent, perintah redo untuk zooming. Apabila kita ingin kembali ke 
tampilan zooming sesudahnya.
            
 Select Feature, untuk memilih feature. 

Clear Selected Feature, untuk membersihkan obyek yang terpilih .

Pointer, tools ini dinamakan select elements pada ArcGIS karena selain untuk
digunakan untuk menunjukkan data, juga untuk memilih elemet layer.
 Information, untuk mengetahui informasi tentang suatu feature. Informasi yang 
ditampilkan adalah data yang terdapat pada atribut data.
 Find a Feature, untuk mencari lokasi sebuah obyek atau bagian dari peta.
 Go To XY, untuk menuju ke suatu posisi yang ditentukan koordinat X dan Y .
 Measure, tools ini digunakan untuk melakukan pengukuran jarak pada peta.
Hyperlink, untuk menghubungkan obyek dengan suatu file dokumen seperti
gambar, film atau website.

ArcGIS itu sangat berguna dalam berbagai bidang kehidupan dan lebih unggul daripada sistem informasi biasa. Misalnya :
  • Pelayanan kesehatan contohnya dapat mengembangkan sebentuk peta ilustrasi sehingga dapat memudahkan user untuk membuat peta dalam suatu wilayah yang mengilustrasikan distribusi atau penyebaran terhadap suatu penyakit, kematian bayi, dsb.
  • Dalam bidang agriculture : user dapat mengetahui bagaimana cara untuk meningkatakan suatu produksi berdasarkan data yang ada.
  • Dalam bidang marketing sehingga kita dapat cara meningkatakan/ mengoptimalisasikan pemasaran.
  • Dalam bidang Geografi : Misalnya kita dapat mengetahui lokasi rawan yang terjadi dari bencana alam.
GIS juga dapat mengahsilkan data spasial yang susunan geometrinya mendekati keadaan sebenarnya dengan cepat dan dalam.
  • ArcGIS Desktop, memiliki lima tingkat lisensi:
    • ArcView
    •  ArcMap
    • ArcEditor
    • ArcInfo
    • ArcCatalog
Dalam bidang perencanaan wilayah dan kota, peta merupakan salah satu alat perencanaan. Karena dengan peta  mahasiswa PWK atau alumni dapat melihatt lokasi-lokasi mana yang harus direncanakan. Contohnya kawasan dalam perencanaan kawasan rawan bencana banjir, peta dapat menunjkkan derah mana saja yang termasuk daerah rawan bencana banjir, sehingga perencanaan yang disusun pun dapat tepat pada daerah tersebut. Peta juga dapat menjadi analisis yang cukup efektif dalam proses prencanaan contohnya analisis kepadatan penduduk. Dan cara untuk membuat peta salah satunya adalah menguunakan aplikasi acgis yang daat menghasilkan peta yang skalatis, mudah dibaca dan bermanfaat. Di Jurusan PWK ArcGIS juga dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan terkait tata ruang. Sistem Informasi Geografis dalam perencanaan tata ruang menjadi suatu solusi untuk dapat melihat aspek daerah secara utuh dan lengkap dalam manajemen pembangunan. Dalam Sistem Informasi Geografis data spasial seperti zona lahan dan ruas jalan pada peta-peta akan memiliki atribut data yang berisi informasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Data spasial tersebut juga dapat digabungkan dengan data spasial lainnya sehingga menjadi layer-layer yang berisi data yang saling melengkapi. Penggunaan Sistem Informasi Geografis memerlukan standar-standar teknis seperti sistem proyeksi peta, jenis-jenis layer agar rencana tata ruang yang dihasilkan dapat terjaga tingkat keakurasiannya dan berguna dalam memudahkan perencanaan perkotaan maupun pengembangan lanjutannya.






2.       Data
Peta administrasi kota Semarang




3.       Hasil dan pembahasan
Pada peda hasil digitan penulis, terdapat 122 wilayah yang sudah berhasil di cut polygon dengan jalan arteri primer, jalan arteri sekunder, jalan kolektor primer, molektor sekunder,dan jalan lokal, dengan pembagian wilayah meliputi Intasi pemerintah, pertanian,pergudangan, perindustrian, perkebunan, taman rekreasi dan olahraga,permukiman, pendidikan, hutan produksi tetap, tanah kosong, tegalan, stasiun, perkantoran, peribadatan, kesehatan, tempat pemakaman umum, namun ada satu wilayah yang warnanya tidakk seseuai atau tidak ada di itp yaitu di daerah yang ada di Gunung Pati, jadi penulis berinisiatif untuk menamai wilayah tersebut “tidak terdefenisi”. Peta administrasi kota Semarang yang sudah di digit mempunyai 23 lahan yang diberikan warna yang berbeda- beda yaitu ungu untuk hutan produksi tetap, abu- abu untuk industri, biru muda, kesehatan cokelat, olahraga dan rekreasi warna hijau tua, pelayanan umum biru keungu-unguan, pendidikan biru keputih-putihan, perdagangan dan jasa merah, permukiman kuning, perkebunan hijau tua dan daerah yang tidak teridentifikasi warna hijau keputih-putihan.

Hasil digitan lahan
Hasil digitan jalan





4.       Kesimpulan
Jadi, dapat disimuplkan bahwa kemunculan SIG atau aplikasi yang berhubungan dengan SIG adalah jawaban atas keterbatasan dari hasil pembuatan peta yang di lakukan dengan  tehnik pembuatan kartografi secara manual keterbatasan-keterbatasan pada pembuatan peta dengan teknik kartografi manual antara lain pembuatan, penyimpanan, pemanfaatan, dan pembaruan/modifikasi peta sesuai dengan perkembangan dan keperluan yang dikehendaki. Oleh sebab itu para ahli berusaha mancari cara agar data yang diperluakan untuk pemetaan mudah diperoleh sehingga  peta menjadi mudah dimodofikasi sesuai dengan kebutuhan agar dapat mempercepat dan mengefisienkan pembuatan peta.
  Hasil digitasi peta digital dapat berupa polygon, titik, atau garis. Pada perangkat operasi ArcGis 10 jika ingin memulai digitasi digunakan polygon dengan menu create new shapfile. Sedangkan jika kita ingin mengelompokkan suatu area dengan kondisi tertentu dalam polygon yang telah dibuat digunakan menu cut polygon feature. Digitasi dapat dilakukan berdasarkan area atau kondisi lain untuk mengelompokkan wilayah dalam kelompok-kelompok tertentu. Digitasi juga dapat digunakan untuk memberikan batas pada peta sesuai dengan kondisi tertentu ataupun sesuai dengan batas administrasi tertentu. Digitasi akan semakin baik hasilnya apabila dilakukan pada skala besar atau menyesuaikan dengan peta digital yang ada.


5.       Daftar pustaka
Andra, Oriza Steva. 2014. Pengenalan ArcMap dan Pengantar ArcCatalog. Dalam   



6.       Pembahasan dan Langkah-langkah

1.Pastikan komputer atau pc terinstal aplikasi arcgis
2. Setelah itu masukkan data yang ingin kita digit.
3. Setelah data masuk, atur data frame properties menjadi meter.

4. Atur cordinat system predefined-projected cordinate system- utm- WGS 1984- southern hemisphere- WGS 1984 UTM zone 49s. Untuk zona tergantung daerah yang mau kita digit. Lalu klik ok.


5.Lakukan rektfikasi klik add control points- klik bagian +, caranya klik tepat pada simbol + lalu geser sedikit sampai mucul garis hijau- klik kanan- input x dan y. Lakukan hal tersebut pad keempat simbolnya, yaitu di setiap sudut peta.



7.Aktifkan georeferencing dan editor. Lik kanan pada bagian yag bukan bagian dari peta, lalu beri tanda ceklis.


8.Untuk mendigit, klik kanan pada file yang ada di catalog, lalu new- shapefile.

9.Akan muncul gambar seperti yang dibawah. Tulis nama daerah yang ingin didigit, misalnya “kota semarang” , karena daerah yang ingin didigit berbentuk lahan, maka pilih polygon lalu klik edit, atur cordinate system seperti langkah pertama tadi, klik ok maka shapefile “kota semarang” akan muncul pada catalog.

10.Mulailah mendigit kota semarang selurunya, caranya klik shapefile “kota semarang”, pilih editor- start editing akan muncul kotak dialog crates fetures, lalu klik kota semarang lalu ok.



11.Ketika titik awal dan titik akhir ketika kita mendigit bertemu, maka klik dua kali untuk mengakhiri, lalu pilih editor- save edits- stop editing.


12.Untuk membuat gambar peta menjadi transparan lagi ,klik table of content- kilk kanan kota semarang- properties- display- transparant (misal 80%).


13.Untuk mendigit jalan, maka kita harus membuat shapefile baru, isalkan “jalan arteri    sekunder” bedanya dengan shapefile “kota semarang” adalah feature typenya, untuk jalan pilih yang polyline, lalu klik edit – selct- projected coordinat systems- utm- WGS 1984- southern hemisphere- WGS 1984 UTM zone 49s. Untuk zona tergantung daerah yang mau kita digit. Lalu klik ok.

14. Klik kanan “jalan arteri sekunder” pada catalog – start editing- pilih jalan arteri sekunder- ok.

15. Lakukan hal yang sama ketika kita mendigit jalan yang lain.


16. Untuk mendigit wilayah- wilayah pada peta gunakan cut polygon. Buat shapefile baru lalu mulailah mendigit.

17.Untuk melihat hasil daerah yang sudah kita digit klik kana pada layer yang berisi hasil daerah digitan kita- properties- display- transparant (atur menjadi 80%).

18.Beginilah hasil digitan yang sudah selesai dan siap di buat layout .